Akan tetapi yang menjadi masalah sekarang dominasi Indonesia dalam kancah perbulutangkisan dunia menurun bahkan kian tergerus. Sekarang negara yang paling mendominasi olah raga badminton ini yaitu China. Prestasi atlet Indonesia cenderung stagnan dan tidak berkembang. Atlet-atlet pun masih didominasi wajah lama seperti Taufik Hidayat dan kawan-kawan. Belum ada wajah baru atau wajah muda yang menghiasi timnas badminton. Hal ini berkebalikan dengan negara-negara lain seperti China, mereka berani menampilkan para pemain mudanya dalam ajang-ajang bulu tangkis dunia.
Menyikapi hal di atas, sudah saatnya Indonesia melakukan regenerasi berkelanjutan yang terprogram secara matang guna menghadapi gempuran pemain muda China yang semakin keras. Saat ini baru beberapa klub badminton besar saja yang bisa berbicara banyak dalam ajang olahraga bulu tangkis Indonesia. Dan cenderung masih terpusat di pulau Jawa. Akibat kekurangmerataan dalam pembinaan ini kemungkinan besar mengakibatkan bakat-bakat atlet di daerah belum terakomodir. Saya yakin bila dari jutaan rakyat Indonesia ini pasti memiliki beberapa orang yang memiliki potensi untuk menjadi atlet yang handal dan berprestasi bila dipoles dengan sistem dan latihan yang baik.
Dalam setiap ajang internasional hendaknya PBSI tidak ragu lagi menurunkan atlet-atlet muda. Hal itu bertujuan agar para atlet muda bulu tangkis Indonesia ini memiliki jam terbang yang cukup dalam event internasional dengan atmosfer pertandingan yang ketat. Pembinaan atlet usia dini juga perlu kembali digalakkan. Dengan pembinaan dan regenerasi yang mapan dan terstruktur dengan baik bukan mustahil Indonesia bisa kembali meraih supremasi tertinggi dalam bidang olah raga bulutangkis di masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar